Fibri Aryanto’s Weblog

Menggali dan Berbagi Informasi melalui Internet

Arsip untuk ‘Resensi Film’ Kategori

‘FILM HOROR’, Reunian Hantu Kondang Indonesia

Ditulis oleh fibri di/pada Desember 12, 2007

Lihat GambarKapanLagi.com – Pemain: Angie Virgin, Sheila Marcia Joseph, Andika Gumilang, Reza Rahadian, Cut Memey, Ferry Irawan

Terinspirasi dari film SCARY MOVIE produksi Hollywood yang telah mencapai sukses hingga 4 sekuel, yaitu Scary Movie 1, 2, 3, dan 4, Indika Entertainment ingin menyuguhkan alternatif baru bagi para penggemar film. FILM HOROR diklaim sebagai satu-satunya film yang menampilkan reuni para hantu kondang Indonesia paling lengkap dan komplit.

Film ini bercerita tentang pembunuhan balasan dari seseorang kepada sekelompok mahasiswa pria. Para mahasiswa itu menjadi sasaran pembunuhan karena mereka secara tidak sengaja membunuh perempuan cantik bernama Mala (Terta Mayasari). Awalnya, sekelompok mahasiswa jahil, yaitu Beni (Reza Rahadian), Asto (Dwi A.P.), dan Dani (Ferdinal Arnaz) saling bertaruh dengan target meniduri Mala, seorang mahasiswi cantik di kampus.

Taruhan menjadi tak terkendali. Mereka mengejar-ngejar Mala sampai ke lantai atas sebuah gedung. Mala terpeleset, hingga akhirnya terjatuh dan menimpa sebuah mobil hingga penyok dan kacanya pecah berantakan. Untuk menghilangkan jejak, mereka berusaha menyembunyikan mayat Mala. Namun anehnya jasad Mala hilang entah ke mana.

Enam bersahabat, Putri (Sheila Marcia Joseph), Beni, Nina (Angie), Hendra (Andika Gumilang), Dani, dan Asto mengalami kejadian-kejadian aneh setelah menginap di vila milik Hendra. Suatu hari, Dani ditemukan tewas gantung diri di sebuah toilet wanita di kampusnya.

Malamnya, Putri yang memiliki foto geng mereka ketakutan karena foto Dani menghilang. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke vila Hendra dan bermaksud untuk melakukan ritual pemanggilan roh, yang ternyata malah berakibat buruk terhadap mereka sendiri.

Banyak sekali adegan-adegan lucu, buah dari parodi film-film horor Indonesia. Seperti pemanggilan roh-roh hantu bergentayangan (parodi dari film TEROWONGAN CASSABLANCA), juga parodi dari beberapa film seperti, KUNTILANAK, JAELANGKUNG, POCONG, SUSTER NGESOT, EKSKUL, dan lain lain.

Tak hanya parodi film horor, di film ini juga menyajikan parodi dari kejadian-kejadian faktual yang pernah menjadi hot issue, baik dari kalangan politikus, selebritis, maupun dunia perfilman Indonesia. Seperti isu Maria Eva dan Cut Memey yang diperankan oleh mereka sendiri (sebagai cameo) dan isu pengembalian Piala Citra yang dimenangkan film EKSKUL. (kpl/lin)

Ditulis dalam Resensi Film | Leave a Comment »

‘BUTTERFLY’, Persahabatan dan Cinta

Ditulis oleh fibri di/pada Desember 12, 2007

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Andhika Pratama, Poppy Sovia, Debby Kristy

Film ini berkisah tentang sebuah perjalanan tiga orang sahabat yaitu Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia), dan Desi (Debby Kristy) dalam pencarian jati diri dan mencari makna kehidupan bagi mereka.

Persahabatan mereka diawali dengan pertemuan yang tidak disengaja di saat awal masuk kuliah. Walaupun mereka memiliki karakter yang sangat jauh berbeda satu sama lain, tapi itu semua tidak menghalangi persahabatan mereka.

Tia, anak tunggal yang tomboy. Dia tidak menginginkan ibunya, yang hidup seorang diri, memiliki pasangan lagi. Desi, yang datang dari keluarga kurang harmonis, sudah lama mengidap penyakit leukemia. Sikap Tia yang terlalu sayang dan protektif terhadap dirinya, membuat Desi memiliki ketergantungan kepadanya.

Permasalahan mulai timbul saat Vano jatuh hati pada Desi. Sedangkan, Desi tahu Tia sangat menyukai Vano. Akhirnya Desi dan Tia sepakat hanya menjadikan Vano sebagai sahabat.

Pada ulang tahunnya yang ke-20, Desi merencanakan sebuah perjalanan panjang bersama Tia dan Vano. Tia dan Vano langsung setuju. Mereka berharap perjalanan ini akan menjadi hiburan bagi Desi yang tertekan akibat konflik di keluarganya yang semakin memburuk.

Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba Desi sakit. Tia dan Vano memutuskan untuk kembali ke Jakarta, tapi Desi menolak dan tetap ingin melanjutkan perjalanan. Di sinilah muncullah konflik-konflik hati yang membuat mereka bertiga belajar tentang hidup, persahabatan dan cinta dalam suka dan duka.

Tema dalam film garapan sutradara Nayato Fio Nuala ini, persahabatan yang dibumbui kisah cinta dan kematian, telah jamak diangkat. Sayangnya tidak ada sesuatu yang baru yang ditawarkan oleh film ini. Cerita klasik yang mudah ditebak.

Memang Nayato berusaha membuat film ini sedikit lain dengan alur cerita yang agak ‘loncat-loncat’, demikian juga dengan setting tempatnya. Sayangnya sesuatu yang dibuat berbeda itu malah membuat film ini tidak menarik, membingungkan penonton, dan membuat bosan.

Penonton pun merasa ‘dibohongi’ saat sebenarnya diceritakan tentang perjalanan panjang ke ujung pulau Jawa, namun nyatanya lokasinya hanya berputar-putar sekitar Jakarta. Meski setting latarnya terlihat seperti di luar Jakarta, namun saat Tia mengejar Desi terlihat kendaraan-kendaraan yang ikut tersorot kamera menggunakan no plat Jakarta (plat B).

Walaupun demikian, film produksi Maxima Pictures ini menyuguhkan keindahan nuansa alam pegunungan. Akting para bintang pendatang baru pun tak buruk. Yang tak kalah seru adalah musiknya, berkat campur tangan ‘Queen of Soundtrack’, Melly Goeslaw dan suaminya, Anto Hoed. (kpl/lin)

Ditulis dalam Resensi Film | Leave a Comment »