Tik…Tik..tik… bunyi hujan di atas genting. Airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok dahan dan ranting basah semua.
Itulah sepenggal bait lagu anak-anak mengenai hujan.
Jika hujan hanya rintik-rintik membasahi bumi dengan secukupnya, maka hujan dapat memberikan manfaat seperti memberikan kehidupan tanaman atau pepohonan, mengubah suhu udara yang panas menjadi lebih dingin atau lebih sejuk. Sawah-sawahpun terairi. Namun jika kondisi hujan dalam keadaan deras baik itu yang turun dalam beberapa jam ataupun berhari-hari telah membawa sebuah bencana yang merugikan para manusia yaitu banjir. Dan banjirpun tidak tanggung-tanggung membawa kerugian yang sangat besar, rumah-rumah penduduk terendam, sawah-sawah baik yang akan panen ataupun yang baru tanam terendam air sehingga petani mengalami kerugian yang sangat besar. Dan tidak jarang korban jiwapun berjatuhan.
Mengapa semua itu bisa terjadi? Itu semua karena manusia yang hidup dalam pemukiman yang semakin komplek tidak menyadari akan kelestarian lingkungannya , mereka dengan seenaknya menebang hutan tanpa mengadakan reboisasi kembali, membuang sampah di sungai sehingga sungai-sungai menjadi meluap saat hujan tiba. Dengan berkurangnya tanaman maka berkuranglah daerah resapan air sehingga banyak menggenang di kawasan pemukiman penduduk sehingga terjadilah banjir yang seperti terjadi di jakarta. Dan itu terus terjadi dari tahun ke tahun.
Kapankah kondisi ini akan berakhir?
Marilah kita sekarang mulai memikirkan kelestarian lingkungan dengan mengadakan penghijauan hutan dan penanaman pohon di daerah resapan air, pembersihan sampah di sungai-sungai serta pengerukan lumpur-lumpur yang ada di sungai. Jika semua hal terwujud dapat terwujud Insya Allah segala bencana yang diakibatkan oleh manusia dapat dikurangi. Marilah kita bahu membahu menjaga lingkungan kita. Semoga hal tersebut dapat terwujud.