Fibri Aryanto’s Weblog

Menggali dan Berbagi Informasi melalui Internet

Arsip untuk ‘Umum’ Kategori

KBJ IV Dibuka , Presiden: Bahasa Jawa Mulai Ditinggalkan

Ditulis oleh fibri di/pada Desember 12, 2007

SEMARANG, KOMPAS – Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur besar, tersebar di tiga provinsi – Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta – serta sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan sampai di Suriname. Ranah penggunaannya pun meliputi berbagai sendi kehidupan, mulai dari bahasa sehari-hari di lingkungan keluarga, upacara adat, seni pertunjukkan, sastra, bahkan bahasa komunikasi kedinasan.Demikian dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, pada pembukaan Kongres Bahasa Jawa (KBJ) IV di Semarang, Senin (11/9). “Namun, dalam perkembangan tatanan kehidupan baru, terutama di kalangan generasi muda, Bahasa Jawa mulai ditinggalkan,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, bukan hanya dalam pergaulan antarteman, dalam lingkungan keluarga pun mereka – petutur Jawa – mulai menggunakan Bahasa Indonesia. Ruang gerak dongeng dalam bahasa Jawa pun telah lama ditinggalkan orang. Untuk itu, bahasa Jawa perlu terus dikembangkan dan penggunaannya, termasuk penggunaan aksara Jawa dilestarikan, terutama di kalangan generasi muda melalui berbagai cara.

Pembukaan KBJ IV ditandai dengan penyalaan blencong (lampu tradisional Jawa) dengan api abadi dari Mrapen, Kabupaten Grobogan (Jateng). Dalam kesempatan itu, Mendiknas juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Jateng Mardiyanto, yang dinilai melakukan percepatan pemberantasan buta aksara di Jateng.
KBJ akan berlangsung hingga hari Kamis (14/9). (HAN/TRA)  sumber :

http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0609/11/164153.htm

Ditulis dalam Budaya Indonesia, Teknologi Informasi, Umum | Leave a Comment »

Garuda Wisnu Kencana, Simbol Penyelamatan Dunia

Ditulis oleh fibri di/pada November 29, 2007

Garuda Wisnu Kencana, Simbol Penyelamatan Dunia

KapanLagi.com – Kompleks Garuda Wisnu Kencana terletak di Desa Ungasan, Jimbaran, Bali. Objek wisata ini berada di sebuah perbukitan kapur sebelah selatan Bandara Ngurah Rai pada jalur menuju ke arah Pura Uluwatu.

Areal GWK mempunyai luas keseluruhan sekitar 200 hektare. Di areal yang luar biasa luas ini nantinya patung GWK sebagai andalan utama kawasan wisata itu akan berdiri dengan kokoh. Patung Dewa Wisnu rencananya akan dibangun dengan posisi sedang menunggang Garuda. Tinggi patung itu sendiri diperkirakan sekitar 75 meter dan akan diletakkan di atas fondasi setinggi 70 meter. Dengan demikian, total tingginya akan mencapai 145 meter. Garudanya sendiri diperkirakan punya lebar bentangan sayap sebesar 66 meter. Kesemuanya secara total mempunyai berat sekitar 4000 ton.

Dengan tinggi patung yang seperti itu ditambah pula letak semua bangunan di GWK sendiri yang dibangun di atas perbukitan yang punya ketinggian 300 meter di atas permukaan laut, maka GWK akan bisa terlihat dari kejauhan. Bahkan dari Bandara Ngurah Rai, GWK akan bisa terlihat jelas oleh siapa saja yang baru mendarat di sana. Sebaliknya dengan ketinggian posisi seperti itu, maka dari kawasan GWK, kita bisa melihat jelas dan menikmati pemandangan matahari terbenam di sekitar Jimbaran yang berpasir putih.

Pembangunan GWK ini memang benar-benar layak disebut mega proyek. Pembuatan patung sebesar itupun memakai bahan khusus berupa campuran tembaga dan kuningan yang pada bagian tertentu akan dilapisi dengan mozaik emas. Saat ini yang sudah jadi masih sebagian saja, yaitu patung dari dewa Wisnu yang masih jadi separuh badan dan patung burung garuda yang masih jadi kepalanya saja. Ukuran kepala burung garuda benar-benar raksasa. Bahkan tinggi kuping burung garuda lebih besar dari tinggi manusia dewasa. Sulit dibayangkan bentuk burung garuda ini secara keseluruhan kalau nantinya sudah benar-benar jadi.

Pembangunan patung Dewa Wisnu (Dewa penyelamat bagi umat Hindu) yang sedang mengendarai burung Garuda (burung yang sering ada di mitos-mitos) terinspirasi dari kisah Adi Parwa. Dari kisah ini yang diambil adalah episode Garuda yang memberikan kesetiaan dan pengorbanannya untuk menyelamatkan ibunya dari belenggu perbudakan. Hal itu dilakukannya dengan mengabdi kepada Dewa Wisnu, menjadi kendaraan bagi sang Dewa.

Dengan dibangunnya Patung Garuda Wisnu Kencana diharapkan akan merangsang dinamika nilai fisik dan spiritual, serta terciptanya keseimbangan antara skala dan niskala (dunia nyata dan tidak nyata) dengan demikian harmonisasi di alam dapat tercipta. Selain itu patung Garuda Wisnu Kencana diharapkan menjadi simbol misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

Sayang sekali patung luar biasa karya seniman Bali, Nyoman Nuarta ini masih belum dapat diselesaikan sampai sekarang. Mulai dibangun tahun 1997, tepat sebelum Indonesia diterjang krisis moneter direncanakan akan selesai sepenuhnya pada tahun 2005. Namun kendala krisis moneter yang muncul dan juga kendala bahan baku serta konflik internal pengelolanya, membuat target selesainya meleset begitu lama.

Padahal dari yang sudah ada sekarang, dapat dibayangkan begitu megahnya kompleks ini kalau sudah benar-benar jadi. Selain patung, di atas areal kompleks ini juga nantinya akan dibangun exhibition center, beberapa restoran, lotus pond, Bali living people diorama, Giri Kencana Villa, Bapura 1000 theater, amphitheater dan juga ada trade and promotion center.

Sekarang ini di lokasi, nampak jelas bebatuan cadas/karang dipotong secara vertikal membentuk dinding-dinding tribun dengan hamparan rumput hijau pada bagian dasarnya. Pada bagian tengah kawasan ini terdapat jalan bagi pengunjung yang terbuat dari conblock membelah lapangan rumput dari bagian paling belakang hingga ke depan patung garuda. Menariknya di sekeliling jalan itu, bagian kiri-kanannya dihiasi dengan keindahan dekorasi berupa pahatan tebing-tebing kapur.

Walau belum tuntas seluruhnya, amphitheather GWK sudah beberapa kali digunakan menjadi tempat pementasan untuk pertunjukan berskala internasional. Seperti pementasan “Bali for the World” tahun 2003, yang dijadikan tonggak kebangkitan bagi pariwisata Bali pasca bom Bali I yang menewaskan 202 orang. Selain itu banyak pentas-pentas skala nasional dan eksklusif juga sudah sering diadakan di sana. (nav/pikiran/cax)

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »

Soerabaia, 9 Nopember 1945,

Ditulis oleh fibri di/pada November 12, 2007

Image  Soerabaia, 9 Nopember 1945,
Boeng Tomo berorasi di depan tjorong Radio Pemberontakan Rakjat Indonesia :Bismillahirrahmanirrahim…


Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

sumber : www.duniaguru.com

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »