Dasar Web Design

Posted: 12 Desember 2007 in E-Learning, Teknologi Informasi

BAGIAN PERTAMA | oleh Doni Yudono

Jika anda sudah lama menjelajahi Web, hampir bisa dipastikan anda pasti pernah dong , ketemu web site yang didesign dengan jelek, terutama karena hampir semua orang , jika mereka mau dapat membuat web site , sesuai dengan design HTML pada umumnya. Tidak heran jika banyak web site yang membingungkan, overwhelming, jelek, atau sangat lamba-a-at dipanggil. Tetapi untuk menjadikannya sebuah title profesi , web designer, apalagi webmaster🙂 jelas tidak segampang itu, anda harus belajar lebih dulu apa itu dasar web design.

Dan sekali lagi , itu tidak mudah
Tapi mengikuti beberapa teori yang mendasari Web Design, yang dibuat oleh para pelopor, mereka yang telah terlebih dahulu berkiprah ,di bidang Web Design , akan dapat membantu anda, jika anda masih mau belajar tentunya 🙂

Mendesign untuk Web membuka daerah kemungkinan yang serba baru , dan pada saat yang sama. Web Design juga lahir dari serangkaian batasan-batasan yang diciptakan oleh dunia Web itu sendiri.

Salah satu bedanya aja nih .. saat anda mendesign untuk Web, apa yang anda kerjakan tidak pernah dianggap selesai. sisi positifnya , Anda selalu dapat menambahkan , mengkoreksi , meredesign , menyempurnakan hasil karya ( dalam bentuk Web Site tentunya ) anda. simplenya UPDATE! adalah salah satu kelebihan media Web , Sisi Negatifnya, tentu saja lebih banyak kerja , lebih banyak pikiran dan klien yang belum tentu mengerti Sisi Positif dan Negatif dari Web , jelas akan mempersulit anda.

Kembali ke rangkaian batasan Web (limitations of the Web), Lance Arthur dari Glassdog, dalam artikelnya di site tersebut punya teori sbb:

” Web Design originates from a field of limitations … Seeing this as a challenge to be overcome instead of a wall of invulnerability may sound like one of those motivational posters that middle managers rely upon, but it applies. The demons that plague you once you’ve settled on the One True Design for your project, whatever it may be, mean you must create perfection… then set about destroying it while attempting to hold onto the best parts of what you’ve created .. “

Dan inilah daftar (panjang), batasan-batasan tersebut :

PLATFORM
ISSUE

  • Komputer Mac. menampilkan huruf lebih kecil dari komputer PC.
  • PC mempunyai font default yang berbeda dari Mac.
  • Unix( dan clone-nya) tidak mempunyai font default.
  • Macs menampilkan warna “washed out”,
  • PC menampilkan warna “super saturated”. dan seterusnya.

BROWSER
ISSUE

  • Netscape mempunyai JavaScript, jadi Microsoft selalu satu langkah di belakang.
  • Microsoft mempunyai JScript dan VBScript dan ActiveX, yang tidak berjalan di Netscape.
  • Tidak ada yang memiliki Java.
  • Plug-in masih diperlukan untuk beberapa Functionality , misalnya Flash.
  • Netscape memasukkan pixel spacing dengan acak dalam cell tabel, frame dan document. Microsoft tidak.
  • Microsoft tidak mengharuskan tag penutup untuk kebanyakan tag HTML ( browser pemaaf ). Netscape mengharuskannnya. 
  • Masalah CSS ( Cascading Style Sheets) yang masih berbeda di beberapa penerapannya oleh Microsoft dan Netscape,
  • Microsoft menambahkan CSS filters. Netscape menambahkan JavaScript CSS.
  • dan itu baru dua browser dari sekian browser yang ada.

USER ISSUE

  • Users dapat dengan acak memilih resolusi layar dan kedalaman warna. Anda tidak dapat menjamin warna apa yang akan tampil di layar semua user anda.
  • Users dapat mematikan dukungan Java dan JavaScript. Anda tidak dapat menjamin efek halaman HTML berdasarkan fungsi- fungsi ini akan tampil , walaupun di browser yang mendukungnya.
  • Beberapa user menolak mengunjungi site dengan Frame. User yang lain menggunakan browser yang tidak mendukung frame , atau tidak mendukung image , dan lain-lain.

ACCESSIBILITY
ISSUE

  • User yang buta tidak dapat melihat halaman HTML anda, serius .. inilah masalah Accesibility. dan  ‘screen reader’ yang membacakan kepada mereka adalah satu-satunya solusi.
  • Screen Reader tidak dapat menegosiasikan frame.
  • Screen Reader tidak dapat melihat image yang berisi teks, kecuali anda mencantumkannya di dalam tag ALT.
  • Screen Reader dapat menguatkan kata-kata dengan tag <EM>, tapi tidak dalam tag <I>.
  • Lynx users juga tidak dapat melihat image.
  • Lynx User dapat menjelajahi frame, tapi mereka tidak dapat mengetahui isi nya sampai mereka masuk ke dalamnya (frame tersebut).
  • User yang lebih tua mungkin memerlukan ukuran font yang lebih besar untuk membaca halaman HTML anda, yang sangat potensial untuk merusak skema lay-out yang telah anda bikin susah-susah.
  • Beberapa printers mencoba mencetak huruf putih tapi tidak dapat mencetak background gelap. Dan seterusnya.

Panjang kan ?
Masih menurut Lance Arthur, batasan -batasan baru ini terus bertambah dan karena beberapa sebab , batasan-batasan lama tetap ada. Meninggalkan tiga pilihan untuk Web Designer

  1. Memperhitungkan masalah-masalah tersebut di atas, membuat multiple version ( beberapa versi ) dari Web Site anda untuk Platform , Browser, dan Audience yang berbeda.
  2. Menerima (baca: Menyerah) bahwa anda tidak akan dapat mentargetkan audience seluas-luasnya untuk menikmati site anda dan membuat perubahan yang mengijinkan akses , minimal untuk contents , misal dengan versi text-only.
  3. Melakukan Apa yang anda mau, tanpa kompromi, mengalienasikan beberapa bagian audience anda.

Jadi ?
Menurut Lance Arthur, bertemanlah dengan batasan-batasn Web tadi. dan menurut beliau lagi, Web Design adalah bisnis yang bikin frustasi , sehingga wajar kalo mereka yang pusing memikirkan hal-hal diatas dibayar mahal.

Tingkat kesuksesan seorang Web Designer juga bergantung pada seberapa besar dana, kepercayaan dan kerjasama yang diberikan klien. Anda harus menetapkan di awal proyek Web Design anda : Siapa Target Audience-nya, Apa Kegunaan Site tersebut, dan kemudian meyakinkan klien untuk meninggalkan anda sendiri sampai anda mempunyai sesuatu untuk dipresentasikan.

Ada Teori laen yang lebih mudah ?
Menyerah sudah ? jangan dulu … ada kok Teori laen , yang (kedengarannya) lebih mudah .. dari Jason Kotke , dari osil8, menurut beliau ..

Web design adalah design informasi (information design) sebuah jalan mengkomunikasikan informasi kepada audience anda.

Information Design , kedengaran seperti serious stuff ? memang benar! , Orang-orang telah mendesign Informasi bertahun- tahun , bahkan sebelum Web datang , dan mereka akan terus melakukannya bahkan setelah Web tidak ada lagi ( dan itu masih lama sekali , kalaupun hal itu terjadi🙂

Beberapa orang bilang bahwa Web adalah media yang benar-benar baru, dan karenannya memerlukan pendekatan yang baru juga. Pada dasarnya, Web adalah tentang Komunikasi , anda ingin orang melihat teks, contents, seni anda. dan Komunikasi ( yang efektif ) memerlukan Perencanaan.

Demikian menurut beliau , Jason Kotke dari otil8.

Sekian dulu Dasar Web Design bagian pertama dari toekangweb, semoga bermanfaat bagi anda, dan nantikan di edisi berikutnya dari toekangweb , lanjutan dari artikel ini , Elemen-elemen dari Web Design … dan Langkah-langkah dalam Web Design menurut Jason Kotke dan Lance Arthur.

Stay Tuned ..

<End.of.Artikel>

http://www.toekangweb.or.id/06-tips-dasarwebdesign.html

Komentar
  1. Ardi mengatakan:

    Apa di artikel selanjutnya akan diajarkan gimana membuat sebuah website. lebih klop lagi kalo kita bisa diajarin membuat sebuah situs dengan software2 gratis. gimana dengan joomla, apa kita bisa jugaa diajarin neh? wah hebat banget tuh kalo semuanya klop.

  2. fibri mengatakan:

    namanya juga mengambil info dari situs lain, jika nanti dapat seperti yang anda inginkan mungkin situs ini akan dibuat secara klop. Untuk itu saran dan sumbangan dari pembaca sangat kami harapkan untuk kesempurnaan blog informasi ini. Makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s