Kritik Manis dan Pedas Untuk LSF dan MFI

Posted: 7 Mei 2008 in Opini

sumber : http://ayusragen.wordpress.com

 

Jimbaran,06 Mei 2008 Ditulis oleh Dwi Rahayu

Lembaga Sensor Film (LSF)  Indonesia sedang beradu perang dengan segelintir orang yang mengatasnamakan Masyarakat Film Indonesia (MFI). Genderang perang ini ditabuh lantaran segelintir orang yang mengatasnamakan MFI kebakaran jenggot saat film karya mereka yang terselip adegan porno aksi dan pornografi disensor oleh LSF. Hal inilah yang membuat MFI dan LSF harus saling berhadapan di meja pengadilan

 

LSF sendiri merasa benar dengan tindakan mereka untuk meng cut adegan-adegan yang tak pantas untuk dipertontonkan. Selain tugas mereka memang untuk memfilter film-film yang membawa dampak buruk bagi masyarakat . LSF juga sangat mewakili masyarakat Indonesia yang beragama Islam ( dimana sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan kesusilaan) ditambah lagi masyarakat Indonesia yang berbudaya luhur, sopan dan santun. Jelas hal ini mengharamkan apa yang sedang dibela dan dikoarkan segelintir orang yang mengatasnamakan MFI . Lantas kenapa MFI begitu membela keyakinan yang mereka lakukan berada di luar jalur masyarakat Indonesia pada umumnya.

 

Dalih yang dilontarkan MFI bahwa LSF telah mematikan atau menghambat kreatifitas mereka  dalam berfilm. Selain itu, acting yang mengacu pada porno aksi dan porno grafi yang mereka perankan ( seperti berciuman, berpakaian vulgar, gerakan erotis, berhubungan badan dan sejenisnya) mereka anggap sebagai bentuk profesionalitas kerja dan totality acting guna menyampaikan pesan secara realities kepada para penontonnya. Sedemikian relevankah alasan-alasan ini, sehingga mereka berani mengkoarkan agar LSF dibubarkan?

 

Jika LSF dituduh mematikan kreatifitas berfilm, itu memang benar. Karena tugas LSF untuk mematikan kreatifitas berfilm porno atau berbau porno seperti yang sedang dikoarkan MFI. Jadi jangan marah jika LSF mengcut ataupun mematikan kreatifitas kalian untuk beradu mesum atau semacamnya di layar film.

 

Kalau MFI masih ngotot dengan pendapat mereka, kita ambil contoh film Ayat-ayat Cinta, Kun Fayakun dan film bermutu lainnya begitu meledak di pasaran, kreatifitas para pemainnya untuk berfilm sopan dan agamis semakin banyak diincar produser. Buktinya Fredi Nuril, Rianty Catwright, Deddy Mizwar, Zaskia Adya Mecca dan lain-lainya makin banyak job main filmnya. Kualiatas acting merekapun semakin diakui  masyarakat. Sekarang apa buktinya LSF menghambat kreatifitas berfilm? Nihil kan. Jika mematikan kreatifitas berfilm porno, itu baru tepat! Dan kami masyarakat penikmat film bermutu  dan bermoral Indonesia mendukung penuh LSF.

 

Hal yang lebih lucu lagi saat para pelakon porno aksi atau porno grafi ini berdalih bahwa acting yang mereka lakukan sebagai bentuk totality acting ataupun profesionalitas kerja agar  bisa menampilkan film serealistis mungkin. Wow ! Berani sekali mereka . Kalau  memang begitu jika ada adegan kekerasan dalam rumah tangga seperti suami membunuh istrinya, membenturkan kepala istrinya ke tembok ataupun adegan-adegan lain seperti gantung diri, meloncat dari atas gedung dan yang lainnya lakukan saja secara realistis, professional dan totality acting biar mati sekalian. Ntar kuacungi jempol dan kusebut artis professional banget. Artinya kalau memang pengen total acting jangan yang enaknya saja. Sementara yang gak enak no comment.

 

Untuk LSF harus mau berbenah diri. Kami mengakui kerja kalian belum maksimal dalam melakukan sensor. Buktinya masih banyak film-film yang berbau porno bermunculan di layar kaca. Tunjukkan Total Kerjamu LSF Indonesia. Kami masyarakat Indonesia mendukungmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s