Dari Seorang Blogger Menjadi Kompasianer

Posted: 19 Oktober 2012 in Bebas

Awal pertama kali menulis ku mulai sejak SMA, tapi tulisan yang dibuat adalah berupa puisi, pantun, catatan harian. Dan untuk tulisan-tulisan yang berupa artikel aku tidak bisa membuatnya, bahkan mengarang tulisan saja, kebanyakan tulisan yang mengulang-ulang kata setelah itu, kemudian, lalu dan lain-lain
.
Berkembangnya dunia teknologi informasi mendorongku untuk belajar menulis, yang dimulai dengan aktifitas chating di Yahoo Messenger, update status di Facebook.
Pada waktu browsing di Internet, akupun melihat banyak blog-blog milik orang lain. Akupun ingin mempunyai sebuah blog. Lalu aku mendaftar di di layanan blogger.com maupun wordpress.com, namun karena waktu itu aku belum bisa menulis, isi blogku hanya artikel-artikel yang aku copy paste dari beberapa situs. Dari sekian lama, blogku tidak mengalami perkembangan bahkan sempat vakum selama setahun lebih.
Menginjak di tahun 2012, akupun berpikir mengapa blogku yang ada ini aku ubah semua dengan isi tulisan hasil karya sendiri. Mulailah aku banyak browsing dari situs satu ke situs yang lain untuk belajar bagaimana caranya menulis di blog. Beberapa tulisanku terdahulu aku kumpulkan, diedit dan diposting dalam satu blog.
Setelah tulisanku terposting di blog, ternyata tulisanku tidak ada orang yang membacanya atau memberi komentar.Wow betapa sedihnya hatiku…karena membuat tulisan tidak ada yang membacanya.
Tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki tata bahasa yang baik, enak dibaca, mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang dari semua kalangan pendidikan, disamping itu tulisan banyak dikunjungi dan diberi komentar.
Akhirnya setelah berselancar di dunia maya yang penuh dengan informasi, akhirnya pada tanggal 29 Februari 2012 aku mendaftar sebagai seorang Kompasianer. Semua tulisanku yang pernah ku posting di blog-blog sebelumnya aku posting ulang di kompasiana.
Alhamdulillah, tulisan-tulisan yang ku posting mulai ada pengunjung yang membacanya dan beberapa tulisan ada yang dikomentari. Dengan adanya komentar akan menambah wawasan bagi kita dan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada tulisan kita.
Hanya saja yang membuatku bingung di dalam kompasiana, saat merequest atau menerima request dari kompasianer setelah diconfirm, kok..jumlah kompasianer yang kita add atau kita confirm bisa lebih dari satu, padahal untuk satu orang, mohon pihak kompasiana dapat memperbaiki softwarenya supaya kita dapat mengetahui jumlah teman yang diadd seperti kita meng add 10 orang teman, tapi yang masuk daftar teman ada 15, 5 diantaranya dobel bahkan lebih dari dua. Dan yang tersulit bagi diriku pada saat memposting tulisan ke dalam kompasiana dan menentukan jenis artikel ataupun rubriknya maupun type postingannya.
Dengan adanya Kompasiana, sangat membantuku dalam hal pembelajaran tulis menulis. Mohon informasi dan komentarnya. Semoga Kompasiana tetap jaya dan banyak pengikutnya.
Jimbaran, 19 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s